Oleh: supriyanto | Desember 7, 2008

Di balik kepercayaan memilih ke RS LN?

Sejumlah pejabat, mantan pejabat, pengusaha, artis, dan orang berduit lainnya cenderung ke Singapura untuk menjalani perawatan kesehatan. Adakah sesuatu yang salah? Alat kurang cangih? sejumlah pertanyaan muncul untuk menyingkap dengan fenomena ini. Penulis berusaha menganalisa mengapa Singapura atau negara tetangga lain dikunjungi orang Indonesia untuk menjalani perawatan.

Juli sampai Desember 2006, penulis mendapatkan kesempatan untuk tinggal di negara kota Singapura untuk mengikuti on job training clinical radiation oncology physicist di Department of Radiation Oncology, National Cancer Center, Singapura. Ada sebuah pemandangan menarik, setiap bulan sejumlah pasien baru yang datang adalah orang Indonesia walaupun kadang berkomunikasi dengan dokter pun harus lewat penterjemah. Ada pertanyaan yang muncul dalam benak, ada apa dengan pelayanan kesehatan Indonesia? Mereka datang ke negeri orang untuk menyerahkan ratusan juta rupiah setiap orang hanya untuk mendapatkan perawatan, apakah Indonesia tidak ada fasilitasnya? jawabannya salah. Indonesia punya, namun kenapa banyak orang yang punya uang lebih cenderung membuang uang ke negara orang untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Saya kira yang menjadi magnet adalah kepercayaan. Ya, kepercayaan yang cukup besar terhadap Singapura tidak hanya di bidang kesehatan. Managemen dan akuntabilitas sebuah sistem dengan transparasi keuangan menjadi sebuah faktor yang sangat dominan mempengaruhi kepercayaan publik dari sudut pandang penulis . Kepercayaan dibangun oleh sebuah sistem managemen yang baik, tentu saja tidaklah mungkin orang lain memberikan kepercayaan kepada kita kalau di lingkungan kita sudah saling tidak percaya.

Kepercayaan ini tercapai jika semua staf selalu mendukung kebijakan yang digariskan dengan melakukan tugasnya masing-masing tanpa saling curiga dan akan mendapatkan reward sesuai dengan sesuatu yang dikerjakan dalam sistem tersebut. Semua orang happy dengan pekerjaan masing-masing tidak ada yang iri dengan profesi lainya, karena kalau dilihat semua sistem dibangun dengan fondasi yang kuat dengan sistem proporsional.

Apakah pegawai RS di Indonesia tidak happy dengan kerjanya? Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi penulis. Sebuah kisah di RS Antah Berantah, seluruh pegawai non dokter akan mendapat gaji pokok plus tunjangan menjadi X juta rupiah. Pegawai ini akan terlibat dalam perawatan dari seluruh pasien yang ada di sebuah intalasinya. Dengan managemen yang cukup bagus ditetapkan bahwa dokter yang merangkap sebagai kepala sebulan adalah (30X + 10) juta rupiah. Dengan asumsi bahwa semua pasien adalah miliknya, sehingga pasien bayar adalah hak untuk dokter untuk menerima imbalan. Asumsi ini adalah benar jika dokter umum yang praktek di daerah terpencil dengan pasien adalah penderita gatal-gatal, dia menangani sendiri dan memberikan obat ke pasien tersebut.

Bagaimana jika perawatan kesehatan yang dikerjakan secara kolektif, tentu saja asumsi itu terbatahkan karena yang bekerja adalah seluruh jajaran staf. Tentu saja kecemburuan sebagai manusia yang normal akan terusik, “enak buanget jadi dokter, kite-kite yang kerja di lapangan dari pagi sampai sore dapet cuman segini, dia yang masih “keluyuran” cari saweran di tempat lain dapet (30X +10) juta” kata mas Semprul berkomentar.

Inilah awal dari ketidakpercayaan dalam sebuah sistem, akhirnya apa? pasien akan dikerjakan dengan prinsip yang penting tugas terselesaikan. Presisi, akurasi, dan kenyamanan bukan menjadi prioritas. Dengan kondisi inilah kepercayaan masayarkat terhadap pelayanan kesehatan akan berkurang selain berbagai faktor yang lain. Berkurangnya kepercayaan terhadap RS di Indonesia. Bagi yang punya uang berlebih , mereka cenderung memilih ke RS LN, punya uang kok untuk mendapatkan yang lebih dari sekedar perawatan. Nah lho!

Mari kita bangun kepecayaan terhadap pelayanan rumah sakit kita dengan berkarya dan berbagi secara adil. Tentu saja staf tidak berkeinginan uang dibagi rata, namun proporsional sesuai dengan tanggung jawab secara berkeadilan.

Tiada kepercayaan tanpa jaminan dan kontrol kualitas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: